Tunjukan Kreativitasmue

Senin, 09 Desember 2013

artikel ibu



ARTIKEL BAHASA INDONESIA
(5 Hal yang Patut di Teladani dari Seorang Ibu)
Oleh :
Dian Budiyanto (52213359)
KELAS 1DF04
FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN KEUANGAN
Universitas Gunadarma
DEPOK
2013

5 Hal yang Patut di Teladani
dari Seorang Ibu

Oleh Dian Budiyanto


Pada hakikatnya manusia diciptakan oleh Allah S.W.T untuk beribadah kepada-Nya dan dilahirkan oleh seorang ibu melainkan untuk berbakti kepadanya. Ibu adalah seseorang yang begitu besar pengorbanannya dan takkan ada yang mampu membalas jasa-jasanya sampai akhir hayatnya. Sudah sepatutnya bagi seorang anak menyadari betapa besar peran dari seorang ibu didalam hidupnya. Jika ada yang mengukur betapa besar pengorbanan seorang ibu mulai dari mengandung sampai dengan membesarkan anak-anaknya, niscaya tidak ada yang mampu mengukurnya. Banyak hal yang telah dilalui oleh seorang ibu dalam perjalanan hidupnya, baik suka dan duka itu telah menjadi bagian dari bukti tanggungjawabnya kepada anaknya. Sebagai anak, seharusnya kita berbakti kepada orang tua, khususnya kepada yang melahirkan kita dengan penuh pengorbanan, yaitu ibu.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah).


 Terdapat 5 hal yang patut kita teladani dari seorang ibu.

1. Kesabaran
Jika kita membicarakan tentang kesabaran, tentu setiap orang memiliki kesabaran yang ada batasnya. Kesabaran seorang ibu mulai dari mengandung sampai dengan membesarkan anak-anaknya tidaklah mudah. Ibu mencontohkan kita, bagaimana arti pentingnya kesabaran dalam hidup. Seberapa besar beban yang beliau tanggung, tapi beliau tetap sabar dalam mengatasinya. Takkala baliau menangis namun dapat menutupinya dengan senyuman dan tawa canda yang selalu menghibur hari-harinya. Banyak dari kita yang tidak sadar akan kesabaran seorang ibu dalam membimbing anak-anaknya. Sebagai contoh banyak anak yang durhaka selalu membentak, menyuruh, dan bahkan menganiaya ibunya sendiri, tetapi ibu selalu sabar dan bahkan malah mendo’akan anak-anaknya yang terbaik. Apakah kita sadar dengan bilang “ah, entar dulu, nanti”  saja disetiap ibu meminta pertolongan kepada kita, itu dapat membuat hatinya sakit dan bahkan menjadi dosa bagi kita ?.

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا . وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنْ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا .الإسراء 23- 24  
                                                                                                                        
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al Isra(17):23).

Tentu sedikit anak yang dapat memahami isi hati seorang ibu dan cepat bertindak jika ibu meminta tolong kepada kita.

2. Pengorbanan
Setiap orang dalam meraih dan mempertahankan sesuatu pasti ada pengorbanannya. Pengorbanan seorang ibu, berbeda dengan pengobanan-pengorbanan lainnya, tentu sangat besar terhadap anaknya. Beliau mempertaruhkan nyawanya demi sang anak lahir ke dunia dengan selamat. Kesalamatan anaklah yang beliau utamakan ketimbang nyawa yang seakan-akan bisa membuat detak jantungnya berhenti. Beberapa anak beruntung bisa terlahir di dunia dengan selamat, tetapi sang ibu terbaring lemas dan bahkan terbujur kaku karena begitu hebatnya beliau berkorban demi sang buah hati lahir dengan selamat. Hal inilah yang dapat meninggikan derajat ibu di hadapan Allah S.W.T. Sangatlah besar kebaikan yang beliau tanamkan kepada anak-anaknya. Seluruh pengorbanan dari beliau, takkan ada yang mampu membalasnya.

3. Keikhlasan
Berbicara tentang ikhlas, tentu hal yang wajib dilakukan ketika kita berbuat kebaikan. Keikhlasan seorang ibu, mencontohkan kepada kita bahwa ketika kita berbuat kebaikan, ikhlas itu bukan hanya terucap dari mulut saja tetapi hati lah yang menentukan apakah kita ikhlas atau tidak. Ibu dengan ikhlasnya membimbing kita agar menjadi seorang  anak yang baik. Anak yang baik dapat dilihat dari bukti kasih sayangnya kepada ibunya yang telah membimbing ke arah yang benar.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15).
4. Kasih Sayang
Kasih sayang menggambarkan bahwa setiap individu pasti memiliki perasaan yang terkadang muncul disaat individu tersebut merasakan hal yang beda pada sesuatu. Inilah yang dibuktikan oleh seorang ibu dalam kasih sayangnya terhadap anaknya. Kasih sayang seorang ibu takkan pernah habis dan berhenti kepada anaknya, sekalipun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Kita sebagai anak, dapat merasakan apa yang dinamakan kasih sayang itu ,asalnya dari beliau yang telah memberikan sejuta bahkan lebih kebahagiaan yang kita rasakan disetiap hembusan nafasnya. Kita pun dapat mengetahui arti kebahagiaan itu dari kasih sayangnya yang selalu mengalir seperti air yang mengalir dan tak pernah berhenti.     

5. Tanggungjawab
Bagaimana mungkin jika ada seorang ibu tega membuang anaknya bahkan mengguguri janin yang ada didalam perutnya disebut sebagai seorang ibu ?. Apakah itu mencerminkan sosok seorang ibu ?. Ibu adalah panutan yang harus kita contoh atas tanggungjawabnya dalam membesarkan anak-anaknya. Tanggungjawab seorang ibu, tidaklah mudah dalam menjaga dan merawat titipan Allah S.W.T, yaitu anak. Tanggungjawabnya begitu besar dalam segala hal, yang memungkinkan beliau terus bersama anaknya.

Itulah 5 hal yang harus kita teladani dari seorang ibu didalam kehidupan agar kita sebagai anak dapat mencontoh dan menerapkan  bukti dari jasa-jasa beliau. Dari 5 hal tersebut menjelaskan bahwa sosok seorang ibu mempunyai peranan yang begitu besar kepada anak-anaknya sehingga terjadi keterikatan antara ibu dan anak. Semoga kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, khususnya ibu dan semoga Allah S.W.T selalu menjaga ibu kita dimanapun
dan kapanpun ibu berada.