ARTIKEL
BAHASA INDONESIA
(5
Hal yang Patut di Teladani dari Seorang Ibu)

Oleh
:
Dian
Budiyanto (52213359)
KELAS
1DF04
FAKULTAS
EKONOMI
MANAJEMEN
KEUANGAN
Universitas
Gunadarma
DEPOK
2013
5
Hal yang Patut di Teladani
dari
Seorang Ibu
Oleh Dian Budiyanto
Pada
hakikatnya manusia diciptakan oleh Allah S.W.T untuk beribadah kepada-Nya dan
dilahirkan oleh seorang ibu melainkan untuk berbakti kepadanya. Ibu adalah
seseorang yang begitu besar pengorbanannya dan takkan ada yang mampu membalas
jasa-jasanya sampai akhir hayatnya. Sudah sepatutnya bagi seorang anak
menyadari betapa besar peran dari seorang ibu didalam hidupnya. Jika ada yang
mengukur betapa besar pengorbanan seorang ibu mulai dari mengandung sampai
dengan membesarkan anak-anaknya, niscaya tidak ada yang mampu mengukurnya. Banyak
hal yang telah dilalui oleh seorang ibu dalam perjalanan hidupnya, baik suka
dan duka itu telah menjadi bagian dari bukti tanggungjawabnya kepada anaknya.
Sebagai anak, seharusnya kita berbakti kepada orang tua, khususnya kepada yang
melahirkan kita dengan penuh pengorbanan, yaitu ibu.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ
إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ
اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ
مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ
أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada
siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam
menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’
Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali,
‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya
kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
‘Kemudian ayahmu.” (HR.
Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).
عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan
kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan
hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya.
Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak
bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat
Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah).
Terdapat 5 hal yang patut kita teladani dari
seorang ibu.
1.
Kesabaran
Jika
kita membicarakan tentang kesabaran, tentu setiap orang memiliki kesabaran yang
ada batasnya. Kesabaran seorang ibu mulai dari mengandung sampai dengan
membesarkan anak-anaknya tidaklah mudah. Ibu mencontohkan kita, bagaimana arti
pentingnya kesabaran dalam hidup. Seberapa besar beban yang beliau tanggung,
tapi beliau tetap sabar dalam mengatasinya. Takkala baliau menangis namun dapat
menutupinya dengan senyuman dan tawa canda yang selalu menghibur hari-harinya.
Banyak dari kita yang tidak sadar akan kesabaran seorang ibu dalam membimbing
anak-anaknya. Sebagai contoh banyak anak yang durhaka selalu membentak,
menyuruh, dan bahkan menganiaya ibunya sendiri, tetapi ibu selalu sabar dan
bahkan malah mendo’akan anak-anaknya yang terbaik. Apakah kita sadar dengan
bilang “ah, entar dulu, nanti” saja
disetiap ibu meminta pertolongan kepada kita, itu dapat membuat hatinya sakit
dan bahkan menjadi dosa bagi kita ?.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا
إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ
أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ
لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا .
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنْ
الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا .الإسراء 23- 24
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al Isra(17):23).
Tentu
sedikit anak yang dapat memahami isi hati seorang ibu dan cepat bertindak jika
ibu meminta tolong kepada kita.
2.
Pengorbanan
Setiap
orang dalam meraih dan mempertahankan sesuatu pasti ada pengorbanannya.
Pengorbanan seorang ibu, berbeda dengan pengobanan-pengorbanan lainnya, tentu
sangat besar terhadap anaknya. Beliau mempertaruhkan nyawanya demi sang anak
lahir ke dunia dengan selamat. Kesalamatan anaklah yang beliau utamakan ketimbang
nyawa yang seakan-akan bisa membuat detak jantungnya berhenti. Beberapa anak
beruntung bisa terlahir di dunia dengan selamat, tetapi sang ibu terbaring
lemas dan bahkan terbujur kaku karena begitu hebatnya beliau berkorban demi
sang buah hati lahir dengan selamat. Hal inilah yang dapat meninggikan derajat
ibu di hadapan Allah S.W.T. Sangatlah besar kebaikan yang beliau tanamkan
kepada anak-anaknya. Seluruh pengorbanan dari beliau, takkan ada yang mampu
membalasnya.
3.
Keikhlasan
Berbicara
tentang ikhlas, tentu hal yang wajib dilakukan ketika kita berbuat kebaikan.
Keikhlasan seorang ibu, mencontohkan kepada kita bahwa ketika kita berbuat
kebaikan, ikhlas itu bukan hanya terucap dari mulut saja tetapi hati lah yang
menentukan apakah kita ikhlas atau tidak. Ibu dengan ikhlasnya membimbing kita
agar menjadi seorang anak yang baik. Anak
yang baik dapat dilihat dari bukti kasih sayangnya kepada ibunya yang telah
membimbing ke arah yang benar.
Allah subhanahu
wa ta’ala berfirman,
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ
أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً
حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ
أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى
وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي
إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah
(pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga
apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya
Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau
berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang
saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan)
kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya
aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15).
4.
Kasih Sayang
Kasih
sayang menggambarkan bahwa setiap individu pasti memiliki perasaan yang
terkadang muncul disaat individu tersebut merasakan hal yang beda pada sesuatu.
Inilah yang dibuktikan oleh seorang ibu dalam kasih sayangnya terhadap anaknya.
Kasih sayang seorang ibu takkan pernah habis dan berhenti kepada anaknya,
sekalipun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Kita sebagai anak, dapat merasakan
apa yang dinamakan kasih sayang itu ,asalnya dari beliau yang telah memberikan
sejuta bahkan lebih kebahagiaan yang kita rasakan disetiap hembusan nafasnya.
Kita pun dapat mengetahui arti kebahagiaan itu dari kasih sayangnya yang selalu
mengalir seperti air yang mengalir dan tak pernah berhenti.
5.
Tanggungjawab
Bagaimana
mungkin jika ada seorang ibu tega membuang anaknya bahkan mengguguri janin yang
ada didalam perutnya disebut sebagai seorang ibu ?. Apakah itu mencerminkan
sosok seorang ibu ?. Ibu adalah panutan yang harus kita contoh atas tanggungjawabnya
dalam membesarkan anak-anaknya. Tanggungjawab seorang ibu, tidaklah mudah dalam
menjaga dan merawat titipan Allah S.W.T, yaitu anak. Tanggungjawabnya begitu
besar dalam segala hal, yang memungkinkan beliau terus bersama anaknya.
Itulah
5 hal yang harus kita teladani dari seorang ibu didalam kehidupan agar kita
sebagai anak dapat mencontoh dan menerapkan
bukti dari jasa-jasa beliau. Dari 5 hal tersebut menjelaskan bahwa sosok
seorang ibu mempunyai peranan yang begitu besar kepada anak-anaknya sehingga terjadi
keterikatan antara ibu dan anak. Semoga kita menjadi anak yang berbakti kepada
orang tua, khususnya ibu dan semoga Allah S.W.T selalu menjaga ibu kita dimanapun
dan
kapanpun ibu berada.





